Minggu, 25 Oktober 2009

jason mraz - you and i both (ini juga enaaaaak)

Was it you who spoke the words that things would happen but not to me
Oh things are gonna happen naturally
Oh taking your advice I'm looking on the bright side
And balancing the whole thing
But often times those words get tangled up in lines
And the bright lights turn to night
Until the dawn it brings
Another day to sing about the magic that was you and me

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just read of
Others only read of the love, the love that I love.

See I'm all about them words
Over numbers, unencumbered numbered words
Hundreds of pages, pages, pages forwards
More words then I had ever heard and I feel so alive

You and I, you and I
Not so little you and I anymore
And with this silence brings a moral story
More importantly evolving is the glory of a boy

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just dream of
And if you could see me now
Well I'm almost finally out of
I'm finally out of
Finally deedeedeedee
Well I'm almost finally, finally
Well I'm free, oh, I'm free

And it's okay if you have go away
Oh just remember the telephone works both ways
And if I never ever hear them ring
If nothing else I'll think the bells inside
Have finally found you someone else and that's okay
Cause I'll remember everything you sang

Cause you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm almost finally out of.
I'm finally out of, finally, deedeeededede
well I'm almost finally, finally, finally out of words.

Sabtu, 24 Oktober 2009

mae - we're so far away (enakeun lagunya :D)

Remembering, everything about my world and when you came.
Wondering if the change you’d bring means nothing else would be the same.
Did you know what you were doing?
Did you know?
Did you know how you would move me?
Well, I don’t really think so.
But the night came down and swept us away.
And the stars, they seemed to paint the most elaborate scene today.

How could we know?
That song this show. We'd learn so much about ourselves,
From Toledo to Tokyo, the words were scribed on every page,
And now there’s books up on our shelves.

Did you know how you would move us?
Did you know?
When the lights first came upon us and we saw the Everglow.
And the moment's magic swept us away.
And a young man's dream was almost seen so plain.

When was the night that showed us the sign?
Revealed in the sky to leave all behind.
But where to begin?
Throwing caution to the wind.
We reached for the stars,
Everything was now ours.

Did you know how you would move me?
Did you know?
Did you know how you would move me?
Well, I don’t even think so.
But the moment's magic swept us away.
And it’s so close but we’re so far away.
It’s so close but we’re so far away.

ga bosen-bosennya.. MALIQ & D'ESSENTIALS - UNTITLED :)

ketika, kurasakan sudah
ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika, ku sadari sudah
tak selalu indah cinta yang ada

mungkin memang, ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bila kah ku mengganggu harimu, mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu

bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat ku miliki
salahkah ku bila
kau lah yang ada di hatiku

kau yang ada, di hatiku

bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku, oh singgah di hatimu
dan bilakah kau tau, kau yang ada, di hatiku


kau yang ada, di hatiku
adakah ku, di hatimu..


(ini merupakan salah satu lagu yang aku pisaaaaan)

Senin, 05 Oktober 2009

life of LIFA

KELUARGA LIFA

Lifa tinggal di suatu daerah yang mungkin jarang didengar oleh khalayak ramai. Semenjak lahir hingga saat ini dia tinggal di sana. hampir seluruh keluarganya tinggal di daerah yang sama. Tetapi itu merupakan keluarga dari sang Ibu, sedangkan keluarga dari sang Ayah tersebar di beberapa daerah. Ada yang di Bogor, Jakarta, Depok, Bandungpun ada, dan bahkan ada yang tinggal di Bangka Belitung. Dia lebih dekat dengan keluarga dari Ibunya karena setiap hari (setiap detik :p) mereka berjumpa. Lifa memiliki Ayah dan Ibu yang baik, mereka sangat menyayangi Lifa. Ibunya selalu bisa jadi teman Lifa, sahabat Lifa, kakak Lifa, dan yang lainnya. Lifa tak pernah tak curhat dengan Ibunya. Semua yang ia alami, ia rasakan, selalu ia ceritakan pada Ibunya. Tapi itu dahulu. Sekarang semuanya berbeda, sekarang hal itu jadi serba KADANG-KADANG. :(
Lifa memiliki 2 orang adik. Yang pertama, seorang laki-laki berumur 11 tahun yang baru menginjak bangku kelas 5 SD. Dan yang kedua, seorang perempuan berumur 4 tahun yang baru menginjak bangku Taman Kanak-kanak. Adik laki-lakinya sering membuat Lifa jengkel, kesal, sebal, ingin kabur dari rumah, dll. Namanya Rai. Rai anak yang jahil, pemalas dan nakal (menurut Lifa). Tapi, kadang-kadang Rai berubah jadi adik yang penurut. Dan adik perempuannya bernama Rilla. Dia sangat lucu. Tapi kadang juga menyebalkan. Kedua adik Lifa sangat pintar, Lifa bangga akan hal itu. Rai sangat gemar bermain bola, sehingga ia bercita-cita menjadi pemain bola handal dan terkenal. Rilla sangat pintar mewarnai, menyanyi dan menari. Dia sangat cepat mengingat suatu hal. Walaupun dia masih kecil, dia sering bertingkah seperti layaknya orang yang sudah besar. :) Rilla selalu membuat orang-orang di sekitarnya takjub dengan kecerdasan dan kelucuannya. Lifa sangaaaaaaaaaaaaaaaaat menyayangi Ayah&Ibunya serta kedua adiknya yang jahil.

life of LIFA

TAK ADA YANG MENARIK DARI HIDUP LIFA. TAK ADA YANG SPESIAL DARI HIDUP LIFA. TAK ADA YANG SPESIAL DARI DIRI LIFA.
Hanya iseng belaka :)

Saya ingin menceritakan sedikit tentang kisah hidup seorang gadis asal Bandung yang baru berumur 15 tahun. Dia bernama Lifa. Nama lengkapnya tak perlu disebutkan disini, menurut saya itu merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting. :D
Lifa baru menginjak bangku kelas 2 SMA, atau sekarang lebih sering terdengar dengan sebutan kelas 11. Sekolahnya terletak di sebuah kota yang ada di Jawa Barat, dekat kota Bandung. Lifa memiliki banyak teman dan sahabat di sekolahnya. Dia sangat menyukai persahabatan. Dia selalu berharap agar tidak ada seorang pun yang membencinya.
Enjoy it ! ;)

Masa-masa terakhir Lifa di SMP
Hmm, saat Lifa masih sekolah di SMP, dia memiliki banyak teman. Menurutku, dia adalah orang yang mudah beradaptasi dengan siapapun. Dia orang yang humoris, dia sangat suka bercanda di depan teman-temannya, dia selalu ingin melihat teman-temannya merasa senang jika dekat dengannya. Sehingga dia nampak mudah berteman dengan siapapun. Walaupun kadang-kadang, ada orang yang tidak mau berteman dengan Lifa, mungkin karena suatu hal yang tidak MEREKA sukai dari Lifa. Dan juga ada orang yang kurang Lifa sukai sehingga dia tidak memaksakan untuk jadi temannya. :D
Saat SMP, Lifa memiliki (bisa dibilang) gank. Gank itu terbentuk saat masa-masa terakhir di SMP. Jumlahnya ada 7 orang (termasuk Lifa). Semuanya perempuan. Mereka orang-orang yang sangat menyenangkan. Setiap orang memiliki karakter masing-masing. Setiap orang berbeda-beda. Tetapi, walaupun mereka berbeda sifat, mereka tetap kompak. Mereka bisa saling melengkapi satusama lain. Lifa merasa sangat sedih saat harus berpisah saat SMA. Lifa sangat menyayangi sahabat-sahabatnya, sehingga kadang-kadang dia merasa tidak rela saat sahabatnya memiliki sahabat baru. :( Masa-masa kelas 9 (3SMP) merupakan masa-masa yang paling menyenangkan saat SMP menurut Lifa. Tapi sayang, masa-masa paling menyenangkan itu harus berakhir. Mereka harus naik ke tingkat lebih tinggi, yaitu SMA. Lifa takut berpisah dengan sahabat-sahabatnya itu, juga teman-temannya yang lain yang tidak kalah menyenangkan. Lifa takut tidak bisa menemukan teman/sahabat seHEBAT mereka. Akan tetapi, Lifa harus bisa menerima kenyataan itu.

Saat hari perpisahan tiba, Lifa merasa sangat SEDIH.. karena ia harus berpisah dengan teman&sahabat-sahabatnya yang SANGAT ia sayangi.. (dia tak tahu apa sahabat-sahabatnya pun merasakan hal yang sama dengannya), ia harus berpisah dengan semua guru yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri, ia harus meninggalkan sekolah yang menyimpan BANYAK KENANGAN untuknya.. kenangan manis, pahit, lucu, menyebalkan, dll.. semua kenangan itu sangat terekam di otaknya. Tak jarang ia tersenyum sendiri saat mengingat kenangan-kenangannya saat SMP. Ia hanya bisa tersenyum saat mengingat kenangan manis dan pahitnya. Tak jarang pula ia meneteskan air mata karena ia merasa rindu dengan masa-masa seperti itu, merasa ingin kembali seperti dahulu. Saat Lifa mengingat kembali beberapa kejadian yang ia alami saat SMP, ia teringat satu hal bahwa masa-masa SMP adalah masa serba pengenalan. Lifa mulai mengenal pelajaran-pelajaran baru, mulai sering pergi bersama teman-teman ke tempat yang cukup jauh, mulai mengerti arti dari persahabatan yang sesungguhnya (tentu), mulai mandiri, dan mulai mengenal “laki-laki”. Sejak kelas 1SMP Lifa sudah mulai tertarik pada salah serang temannya, tapi ia tidak terlalu memikirkan hal itu. Kelas 2SMP Lifa pun mengalami hal yang sama. Lifa mulai dekat dengan seorang temannya. (Lifa memang akrab dengan semua temannya termasuk laki-laki. Tapi, walaupun begitu, Lifa masih bisa menjaga dirinya dengan baik, Lifa tahu yang mana yang benar dan yang mana yang salah). Dan saat kelas 3SMP pun Lifa dekat dengan seorang temannya, Lifa mulai merasakan hal yang namanya jatuh cinta. Dia merasa sangat senang saat ia bisa beretemu dengan temannya itu di sekolah. Dia merasa ada seseorang yang membuatnya semangat untuk berangkat ke sekolah :D.
Hari perpisahan itu, banyak kejadian yang berkesan menurutnya. Salah satunya adalah ia harus mengatakan suatu hal pada seorang sahabatnya. :) Hmm, hari itu terlewati..

Saat semua sibuk mendaftarkan diri ke SMA, Lifa mulai merasa semuanya berbeda. Semakin menjauh, yaa, sahabat-sahabatnya mulai sibuk sendiri-sendiri, ia pun sibuk mengurus dirinya sendiri. Hmm, Tuhan.. dan ternyata, setelah beberapa hari.. mereka sekolah di sekolah yang berbeda-beda. Walaupun ada yang berbarengan, tapi tetap saja, mereka tidak berkumpul lagi di satu sekolah yang sama. :( akan tetapi, akhirnya Lifa menerima semua kenyataan itu. Ia pikir, walaupun mereka tidak satu sekolah mungkin mereka masih tetap bisa bertemu. Yeah, she hopes it :/

makna Idul Fitri

Makna Idul Fitri

Bagi muslim yang diterima puasanya karena mampu menundukan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan dan mengoptimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan, maka Idul Fitri adalah hari kemenangan sejati, dimana hari ini Allah Swt akan memberikan penghargaan teramat istimewa yang selalu dinanti-nanti oleh siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh, yaitu ridha dan magfirahNya, sebagai ganjaran atas amal baik yang telah dilakukannya. Allah Swt juga pernah berjanji, tak satupun kaum muslimin yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan.

Pertanyaannya, kira-kira puasa kita diterima apa tidak? Atau yang kita lakukan ini hanya ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus, seperti yang pernah disinyalir Nabi Muhamad Saw? Jawabnya, Allahu ‘alam, kita tak tahu sejatinya. Tapi menurut para ulama, ada beberapa indikasi, seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa: ketika kualitas kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas penderitaan dan musibah saudaranya di ujung sana. Artinya penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu, maupun sosial.

Penghayatan dan pengamalan yang baik terhadap bulan ini akan mendorong kita untuk kembali kepada fitrah sejati sebagai makhluk sosial, yang selain punya hak, juga punya kewajiban, individu dan sosial. Sudahkan kita merasakannya? Itulah rahasia kenapa selamat hari raya Idul Fitri seringkali diakhiri dengan ucapan Minal ‘Âidîn wal Faizîn (Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali pada fitrah sejati manusia dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat). Selain sebagai doa dan harapan, ucapan ini juga bak pengingat, bahwa puncak prestasi tertinggi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa paripurna, lahir dan bathin, adalah kembali kepada fitrahnya (suci tanpa dosa).

Makna Idul Fitri

Sejak Idul Fitri resmi jadi hari raya nasional umat Islam, tepatnya pada tahun II H. kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan ini dengan kontemplasi dan tafakur tentang perbuatan kita selama ini.

Syeikh Abdul Qadir al-Jailany dalam al-Gunyah-nya berpendapat, merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Alah Swt. Momen mengasah kepekaan sosial kita. Ada pemandangan paradoks, betapa disaat kita berbahagia ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak menangis menahan lapar. Bersyukurlah kita! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin.