Senin, 05 Oktober 2009

life of LIFA

TAK ADA YANG MENARIK DARI HIDUP LIFA. TAK ADA YANG SPESIAL DARI HIDUP LIFA. TAK ADA YANG SPESIAL DARI DIRI LIFA.
Hanya iseng belaka :)

Saya ingin menceritakan sedikit tentang kisah hidup seorang gadis asal Bandung yang baru berumur 15 tahun. Dia bernama Lifa. Nama lengkapnya tak perlu disebutkan disini, menurut saya itu merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting. :D
Lifa baru menginjak bangku kelas 2 SMA, atau sekarang lebih sering terdengar dengan sebutan kelas 11. Sekolahnya terletak di sebuah kota yang ada di Jawa Barat, dekat kota Bandung. Lifa memiliki banyak teman dan sahabat di sekolahnya. Dia sangat menyukai persahabatan. Dia selalu berharap agar tidak ada seorang pun yang membencinya.
Enjoy it ! ;)

Masa-masa terakhir Lifa di SMP
Hmm, saat Lifa masih sekolah di SMP, dia memiliki banyak teman. Menurutku, dia adalah orang yang mudah beradaptasi dengan siapapun. Dia orang yang humoris, dia sangat suka bercanda di depan teman-temannya, dia selalu ingin melihat teman-temannya merasa senang jika dekat dengannya. Sehingga dia nampak mudah berteman dengan siapapun. Walaupun kadang-kadang, ada orang yang tidak mau berteman dengan Lifa, mungkin karena suatu hal yang tidak MEREKA sukai dari Lifa. Dan juga ada orang yang kurang Lifa sukai sehingga dia tidak memaksakan untuk jadi temannya. :D
Saat SMP, Lifa memiliki (bisa dibilang) gank. Gank itu terbentuk saat masa-masa terakhir di SMP. Jumlahnya ada 7 orang (termasuk Lifa). Semuanya perempuan. Mereka orang-orang yang sangat menyenangkan. Setiap orang memiliki karakter masing-masing. Setiap orang berbeda-beda. Tetapi, walaupun mereka berbeda sifat, mereka tetap kompak. Mereka bisa saling melengkapi satusama lain. Lifa merasa sangat sedih saat harus berpisah saat SMA. Lifa sangat menyayangi sahabat-sahabatnya, sehingga kadang-kadang dia merasa tidak rela saat sahabatnya memiliki sahabat baru. :( Masa-masa kelas 9 (3SMP) merupakan masa-masa yang paling menyenangkan saat SMP menurut Lifa. Tapi sayang, masa-masa paling menyenangkan itu harus berakhir. Mereka harus naik ke tingkat lebih tinggi, yaitu SMA. Lifa takut berpisah dengan sahabat-sahabatnya itu, juga teman-temannya yang lain yang tidak kalah menyenangkan. Lifa takut tidak bisa menemukan teman/sahabat seHEBAT mereka. Akan tetapi, Lifa harus bisa menerima kenyataan itu.

Saat hari perpisahan tiba, Lifa merasa sangat SEDIH.. karena ia harus berpisah dengan teman&sahabat-sahabatnya yang SANGAT ia sayangi.. (dia tak tahu apa sahabat-sahabatnya pun merasakan hal yang sama dengannya), ia harus berpisah dengan semua guru yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri, ia harus meninggalkan sekolah yang menyimpan BANYAK KENANGAN untuknya.. kenangan manis, pahit, lucu, menyebalkan, dll.. semua kenangan itu sangat terekam di otaknya. Tak jarang ia tersenyum sendiri saat mengingat kenangan-kenangannya saat SMP. Ia hanya bisa tersenyum saat mengingat kenangan manis dan pahitnya. Tak jarang pula ia meneteskan air mata karena ia merasa rindu dengan masa-masa seperti itu, merasa ingin kembali seperti dahulu. Saat Lifa mengingat kembali beberapa kejadian yang ia alami saat SMP, ia teringat satu hal bahwa masa-masa SMP adalah masa serba pengenalan. Lifa mulai mengenal pelajaran-pelajaran baru, mulai sering pergi bersama teman-teman ke tempat yang cukup jauh, mulai mengerti arti dari persahabatan yang sesungguhnya (tentu), mulai mandiri, dan mulai mengenal “laki-laki”. Sejak kelas 1SMP Lifa sudah mulai tertarik pada salah serang temannya, tapi ia tidak terlalu memikirkan hal itu. Kelas 2SMP Lifa pun mengalami hal yang sama. Lifa mulai dekat dengan seorang temannya. (Lifa memang akrab dengan semua temannya termasuk laki-laki. Tapi, walaupun begitu, Lifa masih bisa menjaga dirinya dengan baik, Lifa tahu yang mana yang benar dan yang mana yang salah). Dan saat kelas 3SMP pun Lifa dekat dengan seorang temannya, Lifa mulai merasakan hal yang namanya jatuh cinta. Dia merasa sangat senang saat ia bisa beretemu dengan temannya itu di sekolah. Dia merasa ada seseorang yang membuatnya semangat untuk berangkat ke sekolah :D.
Hari perpisahan itu, banyak kejadian yang berkesan menurutnya. Salah satunya adalah ia harus mengatakan suatu hal pada seorang sahabatnya. :) Hmm, hari itu terlewati..

Saat semua sibuk mendaftarkan diri ke SMA, Lifa mulai merasa semuanya berbeda. Semakin menjauh, yaa, sahabat-sahabatnya mulai sibuk sendiri-sendiri, ia pun sibuk mengurus dirinya sendiri. Hmm, Tuhan.. dan ternyata, setelah beberapa hari.. mereka sekolah di sekolah yang berbeda-beda. Walaupun ada yang berbarengan, tapi tetap saja, mereka tidak berkumpul lagi di satu sekolah yang sama. :( akan tetapi, akhirnya Lifa menerima semua kenyataan itu. Ia pikir, walaupun mereka tidak satu sekolah mungkin mereka masih tetap bisa bertemu. Yeah, she hopes it :/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar